ePT(Energy Psikologi Tauhid)

Puluhan ulama besar duduk berjajar di deretan kursi paling depan. Hari itu, Ahad pagi minggu terakhir Maret lalu, adalah upacara pembukaan Muktamar X Jam’iyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah di depan Pendopo Kabupaten Pekalongan. Ada seorang di antaranya yang tampak menonjol. Di tengah ribuan ulama dan kiai yang rata-rata berpakaian putih itu, ia mengenakan jubah dan serban hitam. Wajahnya yang teduh tampak begitu tenang.

Keesokan malamnya, wajah jernihnya kembali muncul di Bahtsul Masail Diniyah Thariqiyah, sebuah forum pembahasan masalah-masalah tarekat dan tasawuf, yang digelar di Masjid Simbang Kulon, Pekalongan. Lagi-lagi, ketenangan dan kelembutan gaya bicaranya dalam menjabarkan pemikiran tasawuf tampak membedakannya dari beberapa tokoh lain yang berdebat malam itu. Dialah Almursyid Prof. Dr. H. Teungku Muhibbuddin Waly, ulama besar ahli tawasuf dan hukum Islam asal bumi Serambi Mekah. Di muktamar yang baru pertama kalinya ia hadiri ini, satu-satunya acara yang sangat ingin diikutinya ialah bahtsul masail tersebut.

Abuya Muhibbuddin, demikian ia…

Lihat pos aslinya 933 kata lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s