Tempat Kecil


by : Abdurrahman Wahid
the wahid institute, cet ii 2006, 412 hal

Gus Dur seorang tokoh yang saya kagumi, dia membawa organisasi yang dipimpinnya dulu yaitu NU, yang didirikan kakeknya, menjadi organisasi yang modern dengan kultur tradisional kental [perpaduan menarik bukan]. NU di tangan Gus Dur berusaha untuk menjadi organisasi yang semakin inklusif. Gus Dur juga orang yang sangat concern terhadap budaya demokrasi jauuuh sebelum demokrasi itu sendiri tumbuh di negeri ini. Dia merupakan penggagas berdirinya FORDEM dan menjadi ketuanya bahkan ketika Pak harto masih sugeng dan berkuasa. Gus Dur juga seorang cendekiawan yang ungkapan-ungkapannya sering sulit untuk langsung dimengerti oleh orang awam.
melalui bukunya ini terbukti bahwa Gus Dur memang seorang cendekiawan yang berwawasan kebangsaan, ini bisa langsung dilihat dari judul buku ini. Dengan keterbatasan fisik yang ada Gus Dur termasuk produktif dalam menelurkan pemikiran-pemikiran dalam bentuk tulisan/esai yang dimuat dalam media massa. Konon kata Alzastrow, meskipun Gus Dur…

Lihat pos aslinya 281 kata lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s