Iklan

Kadang catatan, kadang lanturan...

MUNGKIN masih banyak dari kalian yang beranggapan bahwa Indonesia hingga saat ini baru dipimpin oleh enam presiden, yaitu Soekarno,

Soeharto, B.J. Habibie, K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Megawati Soekarnoputri, dan kini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Namun hal itu ternyata keliru. Indonesia, menurut catatan sejarah, hingga saat ini sebenarnya sudah dipimpin oleh delapan presiden. Lho, kok bisa? Lalu siapa dua orang lagi yang pernah memimpin Indonesia?

Lihat pos aslinya 537 kata lagi

sicindai

‘bila waktu telah berakhir, teman sejati tinggallah amal..’

Berita kematian seseorang sekelas Gus Dur pastilah menimbulkan kekagetan dimana-mana. Twitter sampai mencatat bahwa berita kematian Gus Dur menggeser kepopuleran Avatar. Media online, televisi tidak henti-hentinya menyajikan berita terkini, teman-teman di FB pun rame mengucapkan ucapan perpisahan dengan tokoh yang nyeleneh ini. Dibalik semua itu, satu yang menarik setiap kali melepas seseorang adalah kembalinya rasa kemanusiaan, tidak harus orang sekaliber gus Dur, bahkan kepergian seorang teman, saudara atau siapa saja yang dimasa hidupnya pernah beririsan, bersentuhan dengan kehidupan mereka yang ditinggal. Rasa kemanusiaan yang tercermin dari komentar mereka yang ditinggal, bagaimana setiap orang menceritakan semua kebaikan mereka yang baru tiada, tidak ada dosa dan kesalahan yang coba diungkit-ungkit disaat duka seperti itu, hanya pujian, kenangan indah akan kepergiannya. Bahkan seorang teroris sekelas Imam Samudera pun, ketika dia wafat semua orang secara naluri mencoba hanya mengenang sisi baiknya. Begitulah, betapa indah nilai hakiki…

Lihat pos aslinya 97 kata lagi

samsuhartoyesoke

Gus Dur di Mata Gusdurian

 Sebut saja orang yang bersimpati dan berapresiasi serta menghormati nilai-nilai perjuangan Gus Dur sebagai Gusdurian. Secara kebetulan sebutan Gusdurian boleh “dianalogikan” dengan kesukaan Gus Dur akan buah durian, sehingga orang-orang dekatnya ketika menawarkan buah itu kepadanya akan berucap, “Gus, durian…!”.

 SEMANGAT pluralisme, demokrasi, dan humanisme merupakan nilai-nilai dominan yang diwariskan Gus Dur kepada anak bangsa. Gusdurian, sudah barang tentu, merasakan semangat nilai-nilai itu. Tak berlebihan kiranya, jika banyak pihak yang menyebut Presiden ke-4 RI itu sebagai Guru Bangsa. Secara struktural pemerintahan, Gus Dur pernah menjadi orang nomor satu di negeri ini. Tapi bukan karena pernah menduduki kursi RI-1 itu yang menjadikan Gus Dur dikenang banyak kalangan. Keharuman nama Gus Dur lebih karena konsisten menerapkan, memperjuangkan, serta membela plu-ralisme, demokrasi, dan humanisme tadi. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun tanpa ragu menyatakan, bahwa Gus Dur adalah Bapak Pluralisme dan Multikulturalisme.

Lihat pos aslinya 847 kata lagi

Catatan Abrar Rifai

Saya bukan pengagum Gus Dur, saya juga belum pernah satupun membaca buku karya beliau. Tapi, terus terang saya selalu tertarik mengikuti, kalau ada Gus Dur di TV. Itu, karena memang Gus Dur banyak “menghibur”… Tapi, apapun itu, saya tetap harus mengatakan bahwa Gus Dur adalah orang besar. Untuk itulah, tulisan ini saya buat…

Saya lahir dan dibesarkan di komunitas NU… Kakek saya, Almarhum Kyai Muhammad Rifai, sampai sekarang adalah simbol ke”NU”an di kampung saya. Banyak para penggiat keagamaan di kampung saya, dulunya adalah murid kakek saya. Bapak saya dan keluarga besar saya, utamanya dari pihak ayah, adalah orang-orang yang sangat fanatik dengan NU. Tapi dari pihak ibu, ada salah seorang paman saya, yang merupakan orang Persis.

Lihat pos aslinya 506 kata lagi

Add your thoughts here… (optional)nopol mobil Gus Dur

Educrazy's Blog Title

Jiwa Nahdlatul Ulama (NU) sepertinya begitu mendarah daging di tubuh Alm. Mantan Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid, atau yang akrab dipanggil Gus Dur.

Bukan hanya karir politiknya yang mulai terkenal sejak ia bergabung dengan NU, namun kecintaannya pada NU juga tercermin dari beberapa pernak pernik kehidupannya termasuk dunia automotif.

Ternyata, cucu dari KH Hasyim Asyari yang merupakan pendiri NU ini selalu menggunakan plat nomor polisi B 1926 untuk semua kendaraan yang pernah dimilikinya.

Misalnya saja untuk Mitsubishi Pajero yang sempat ia gunakan ke berbagai pertemuan dengan para ulama bersama putrinya, Yenny Zanuba Arifah pada 2004 silam, menggunakan nopol B 1926 G.

Kemudian Gus Dur juga sempat beberapa kali terlihat menggunakan mobil Toyota Land Cruiser berwarna hitam dengan nopol B 1926 AW ketika berkunjung ke kediaman Alm. Mantan Presiden Soeharto.

Lihat pos aslinya 90 kata lagi

ePT(Energy Psikologi Tauhid)

Puluhan ulama besar duduk berjajar di deretan kursi paling depan. Hari itu, Ahad pagi minggu terakhir Maret lalu, adalah upacara pembukaan Muktamar X Jam’iyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah di depan Pendopo Kabupaten Pekalongan. Ada seorang di antaranya yang tampak menonjol. Di tengah ribuan ulama dan kiai yang rata-rata berpakaian putih itu, ia mengenakan jubah dan serban hitam. Wajahnya yang teduh tampak begitu tenang.

Keesokan malamnya, wajah jernihnya kembali muncul di Bahtsul Masail Diniyah Thariqiyah, sebuah forum pembahasan masalah-masalah tarekat dan tasawuf, yang digelar di Masjid Simbang Kulon, Pekalongan. Lagi-lagi, ketenangan dan kelembutan gaya bicaranya dalam menjabarkan pemikiran tasawuf tampak membedakannya dari beberapa tokoh lain yang berdebat malam itu. Dialah Almursyid Prof. Dr. H. Teungku Muhibbuddin Waly, ulama besar ahli tawasuf dan hukum Islam asal bumi Serambi Mekah. Di muktamar yang baru pertama kalinya ia hadiri ini, satu-satunya acara yang sangat ingin diikutinya ialah bahtsul masail tersebut.

Abuya Muhibbuddin, demikian ia…

Lihat pos aslinya 933 kata lagi