Tani Maju Indonesia

Mengenang Gus Dur,
Gus Dur adalah seorang cendekia, seorang ulama, seorang humanis,
seorang humoris, seorang yang berani menentang arus, seorang sahabat
maupun lawan yang terhormat. Dan seorang yang cerdas !

Dia berani mengambil sikap dalam pikiran, pandangannya maupun tindakan
yang diyakini bahwa itu benar meskipun menentang arus masyarakat umum.

Salah satu yang dicatat masyarakat luas adalah permintaan maafnya
kepada korban 65  atas pembantaian yang dilakukan oleh massa banser
pada tahun 1965/1966. Itulah suatu sikap yang oleh sebagian korban
1965 diterima sebagai sikap seorang pemimpin besar, berjiwa besar.
Tidak ada suatu lembaga negara manapun maupun sosok pribadi pemimpin
golongan manapun di negeri ini, selain Gus Dur dan Nahdlatul Ulamanya
yang berani meminta maaf secara terbuka kepada korban 1965 atas
tragedi kemanusiaan yang telah merenggut  nyawa hampir 3 juta jiwa
melayang.

Banyak lagi keberanian beliau juga dalam melakukan reformasi ditubuh
pemerintahan semasa beliau menjadi presiden RI setelah rejim Soeharto
terguling. Juga keberanian…

Lihat pos aslinya 139 kata lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s