Sembrani

Dalam zaman Internet ini, banyak buku lama diterbitkan ulang dalam bentuk elektronik alias e-book. Salah satunya adalah buku yang memuat pendapat para tokoh Muslim kenamaan seperti Nurcholish Madjid (Cak Nur), Muhammad Bagir, Amien Rais, Ali Audah, Dawam Rahardjo, Said Aqil Siradj, Jalaluddin Rakhmat, A.Syafii Maarif, dan Quraisy Shihab.

Buku yang saat awal terbit (pada tahun 1986 lalu) berjudul, “Satu Islam Sebuah Dilemma” ini kini dinamakan, “Menuju Persatuan Umat“.

Lihat pos aslinya 290 kata lagi

Iklan

imultidimensi's Blog

Masing ingat peristiwa lepasnya Timor Timur dari wilayah negara kita? Bagi anda yang mengikuti isu itu pada pemerintahan Presiden Habibie, tentu masih ingat dengan pelaksanaan referendum  yang menentukan masa depan TimTim. Pemerintah dianggap gagal mempertahankan TimTim sebagai bagian dari NKRI. Pelaksanaan referendum yang berujung pada lepasnya Timor Timur menjadi “komoditi’ dan ‘amunisi” bagi oposisi untuk mengakhiri kepemimpinan Pak Habibie pada Sidang Umum 1999.

Lihat pos aslinya 1.009 kata lagi

Imam Syahdani

Kiai Haji Abdurrahman Wahid, akrab dipanggil Gus Dur (lahir di Jombang, Jawa Timur, 7 September 1940 – meninggal di Jakarta, 30 Desember 2009 pada umur 69 tahun)[1] adalah tokoh Muslim Indonesia dan pemimpin politik yang menjadi Presiden Indonesia yang keempat dari tahun 1999 hingga 2001. Ia menggantikan Presiden B. J. Habibie setelah dipilih oleh MPR hasil Pemilu 1999. Penyelenggaraan pemerintahannya dibantu olehKabinet Persatuan Nasional. Masa kepresidenan Abdurrahman Wahid dimulai pada 20 Oktober 1999 dan berakhir pada Sidang Istimewa MPR pada tahun 2001. Tepat 23 Juli2001, kepemimpinannya digantikan oleh Megawati Soekarnoputri setelah mandatnya dicabut oleh MPR. Abdurrahman Wahid adalah mantan ketua Tanfidziyah (badan eksekutif) Nahdlatul Ulama dan pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Lihat pos aslinya 1.736 kata lagi

Tani Maju Indonesia

Mengenang Gus Dur,
Gus Dur adalah seorang cendekia, seorang ulama, seorang humanis,
seorang humoris, seorang yang berani menentang arus, seorang sahabat
maupun lawan yang terhormat. Dan seorang yang cerdas !

Dia berani mengambil sikap dalam pikiran, pandangannya maupun tindakan
yang diyakini bahwa itu benar meskipun menentang arus masyarakat umum.

Salah satu yang dicatat masyarakat luas adalah permintaan maafnya
kepada korban 65  atas pembantaian yang dilakukan oleh massa banser
pada tahun 1965/1966. Itulah suatu sikap yang oleh sebagian korban
1965 diterima sebagai sikap seorang pemimpin besar, berjiwa besar.
Tidak ada suatu lembaga negara manapun maupun sosok pribadi pemimpin
golongan manapun di negeri ini, selain Gus Dur dan Nahdlatul Ulamanya
yang berani meminta maaf secara terbuka kepada korban 1965 atas
tragedi kemanusiaan yang telah merenggut  nyawa hampir 3 juta jiwa
melayang.

Banyak lagi keberanian beliau juga dalam melakukan reformasi ditubuh
pemerintahan semasa beliau menjadi presiden RI setelah rejim Soeharto
terguling. Juga keberanian…

Lihat pos aslinya 139 kata lagi

Media Kanak Dusun

Saat menjabat sebagai presiden Gusdur dikenal sangat sering berkunjung keluar negeri dengan tujuan meminta dukungan dunia international untuk keutuhan NKRI agar tidak terjadi dis integrasi bangsa. Namun apa yg dilakukan Gusdur ini banyak mendapat kritikan hingga beliau dijuluki Presiden wisatawan, disetia kunjungan beliau selau melakukan lobi kepada pimpinan negara dengan cara khas beliau yaitu Humor. seperti yg terjadi saat berkunjung ke Qatar.  Dalam pidato resmi di Qatar, Gus Dur bicara panjang lebar dalam bahasa Inggris dan tidak ketinggalan humor humor khasnya. Tapi sang penerjemah Cuma menerjemahkannya dengan satu-dua kata, lalu hadirin tertawa terbahak-bahak.”Lho, kok Cuma sedikit saja terjemahannya?” Tanya Gus Dur kepada si penerjemah. “Apa sih yang Anda katakan?””Ya, saya Cuma bilang, Presiden Abdurrahman Wahid ini sedang melucu. Lalu saya bilang, harap semua hadirin ketawa”.

Lihat pos aslinya