Miftakhulhuda's Blog

Sang pendobrak kejumudan beragama dan benteng terakhir penjaga hak-hak kaum minoritas yang tertindas itu telah berpulang. Wahyu Muryadi, redaktur eksekutif majalah ini, yang pernah mendampingi Gus Dur sebagai Kepala Biro Protokol Istana, bercerita tentang Presiden RI keempat yang ia kenal dari dekat itu.

MENATAP wajahnya, saya membayangkan ia hanya tertidur sebentar, seperti kebiasaannya bila berada di dalam mobil yang membawanya berkeliling pesantren atau ke pelosok desa tak beraspal. Tapi hari ini lain. Ribuan orang melantunkan salawat, menangis sesenggukan, bertahan berjam-jam sedari subuh, bertarung melawan panas menyengat langit Tebuireng.

Saya tak hendak membangunkanmu, Gus, seperti sebelum hari ini. Tapi saksikan, Gus, dengarkan tahlil dan tahmid mereka, saat tubuhmu disongsong beramai-ramai, lalu diletakkan di dekat mihrab Masjid Ulil Albab, di kompleks pesantren yang didirikan kakekmu, Hadratus Syekh Hasyim Asy’ari, di Jombang, Jawa Timur, Kamis siang pekan lalu.

Seperti kala membantumu di Istana dulu, sekarang pun akan kuceritakan siapa saja yang hadir. Di…

Lihat pos aslinya 2.005 kata lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s