MERCUSUAR QOLBU

Satu dekade sebelum reformasi bergulir, nama Gus Dur mulai dikenal sebagai sosok muda NU yang fenomenal – membalikkan kesan uzur dan kolot organisasi massa di Indonesia ini. Sejalan dengan kembalinya NU ke khittah 1926, yang berarti NU tidak lagi berkiprah di dunia politik, langkah kuda Gus Dur di level akar rumput tidak terbelenggu lagi.

Di antara teman dan orang yang mengenalnya, Gus Dur adalah humoris. Bahkan Jaya Suprana menyebutnya jenius dalam humor dan joke. Menciptakan sebuah guyonan saja sudah sulit, apalagi bila banyak sekali dan kontekstual dengan jaman. Jaya Suprana mengibaratkan dengan seniman musik yang pandai menciptakan lagu atau melodi yang indah, pematung menciptakan patung dengan mudah, Gus Dur adalah seniman yang khusus menciptakan kesegaran humor dengan joke-joke yang cerdas.

Dalam sebuah guyonannya, Gus Dur pernah berceloteh:

“Kalau ada orang yang ngurusi NU sampai jam 6 sore, namanya suka NU. Kalau sampai jam 12 malam masih ngurusi NU, namanya gila…

Lihat pos aslinya 586 kata lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s