JARINGAN ISLAM KAMPUS (JARIK) MATARAM

“Adapun masalah pembagian peran antara laki-laki dan perempuan—menurut saya—tidak ada dalam Al-Quran…” (Dr. Umaymah Abu Bakr)

MESKIPUN jender termasuk istilah baru, “barang impor”, dan tidak dikenal dalam tradisi Islam klasik. Namun bukan berarti tidak penting. Karena melalui studi ini, kita bisa mengetahui pola pandang masyarakat terhadap perbedaan jenis kelamin yang dipengaruhi oleh faktor sosial dan budaya, dari pada sekadar faktor biologis. Untuk itu, kami mendatangai seorang pemerhati masalah jender; Dr. Umaymah Abu Bakr, di kediamannya

Lihat pos aslinya 1.583 kata lagi

Jembing Satriodjawi

Assalaamualaikum, selamat pagi, sugeng enjing, om swasti astu, shalom.Aku menyapamu pagi ini, salam apapun kuyakin engkau terima, Sebab bagimu semua ungkapan salam adalah ungkapan persahabatan.
Gus…tolong doakan bangsa ini dari tempatmu kini, Penyakit bangsa ini semakin kronis, kekerasan semakin mengganas.
Gus …tolong doakan dari tempatmu kini,
Manusia seutuhnya sudah tak lagi menjadi cita-cita
Perut perut dan perut, itulah yang kini berkuasa.
Gus…menitislah kepada sebanyak-banyaknya manusia Indonesia
Agar mampu kembali menerima dan menghormati BEDA
Gus…maaf pagi ini aku menyuratimu,
Kangenku tiba-tiba menggebu
RAHAYU GUS…!!!!
Salam kangen selalu


Lihat pos aslinya

Adiputro's

Dari saya untuk yang mulia Presiden Abdurrahman Wahid

Indonesia negeri Amuk.. Makanya kosa kata itulah yg kita sumbangkan bagi perbendaharaan kosa kata bahasa Inggris (Amuck).

Jadi Amuk adalah persembahan Indonesia bagi dunia, selain orang utan tentunya. Sedih bener ya, kalau ternyata kelakuan kita juga sama mencerminkannya dengan kosa kata yg sudah kita sumbangkan bagi kamus bahasa internasional itu (mungkin biar terlihat konsisten)

Dulu ketika jaman Presiden Gus Dur kita bisa bangga sebagai bangsa yg kalau boleh dibilang berhasil mengekspor ide demokrasi dan pluralisme ke dunia internasional.

Perjalanan Gus Dur keliling dunia secara jelas menyisipkan pesan itu di setiap pertemuannya dengan kepala negara atau wakil civil society disana. Bisa kita tanya saksi2 yg masih hidup dan ikut perjalanan Presiden Wahid, bahwa pada masa itu kita bisa keluar negeri dengan kepala tegak karena kita bisa berkata bahwa: kami negara demokrasi, kebebasan agama warga negara dijamin secara penuh oleh pemerintah, keberagaman adalah kekuatan…

Lihat pos aslinya 319 kata lagi

Semoga Selangkah Lebih Baik

Astagfirullah robbal baroya…
Astagfirulloh minal khootooya…
Robbi zidni `ilmannaafii’a…
Wawaffikni `amalansoliha…

Yarosulalloh salammun’alaik…
Yaarofi’asaaniwaddaaroji…
`atfatayaji rotall `aalami…
Yauhailaljuu diwaalkaromi…

Ngawiti ingsun nglarasa syi’iran
Kelawan muji maring pengeran
Kang paring rohmat lan kenikmatan
Rino wengine tanpo petungan 2X

Duh bolo konco priyo wanito
Ojo mung ngaji syare’at bloko
Gur pinter ndongeng nulis lan moco
Tembe mburine bakal sangsoro 2X

Akeh kang apal Qur’an haditse
Seneng ngafirke marang liyane
Kafire dewe dak digatekke
Yen isih kotor ati akale 2X

Gampang kabujuk nafsu angkoro
Ing pepaese gebyare ndunyo
Iri lan meri sugihe tonggo
Mulo atine peteng lan nistho 2X

Ayo sedulur jo nglaleake
Wajibe ngaji sak pranatane
Nggo ngandelake iman tauhite
Baguse sangu mulyo matine 2X

Kang aran soleh bagus atine
Kerono mapan seri ngelmune
Laku thoriqot lan ma’rifate
Ugo hakekot manjing rasane 2 X

Alquran qodim wahyu minulyo
Tanpo ditulis biso diwoco
Iku wejangan guru waskito
Den tancepake ing jero dodo 2X

Lihat pos aslinya 112 kata lagi

Miftakhulhuda's Blog

Sang pendobrak kejumudan beragama dan benteng terakhir penjaga hak-hak kaum minoritas yang tertindas itu telah berpulang. Wahyu Muryadi, redaktur eksekutif majalah ini, yang pernah mendampingi Gus Dur sebagai Kepala Biro Protokol Istana, bercerita tentang Presiden RI keempat yang ia kenal dari dekat itu.

MENATAP wajahnya, saya membayangkan ia hanya tertidur sebentar, seperti kebiasaannya bila berada di dalam mobil yang membawanya berkeliling pesantren atau ke pelosok desa tak beraspal. Tapi hari ini lain. Ribuan orang melantunkan salawat, menangis sesenggukan, bertahan berjam-jam sedari subuh, bertarung melawan panas menyengat langit Tebuireng.

Saya tak hendak membangunkanmu, Gus, seperti sebelum hari ini. Tapi saksikan, Gus, dengarkan tahlil dan tahmid mereka, saat tubuhmu disongsong beramai-ramai, lalu diletakkan di dekat mihrab Masjid Ulil Albab, di kompleks pesantren yang didirikan kakekmu, Hadratus Syekh Hasyim Asy’ari, di Jombang, Jawa Timur, Kamis siang pekan lalu.

Seperti kala membantumu di Istana dulu, sekarang pun akan kuceritakan siapa saja yang hadir. Di…

Lihat pos aslinya 2.005 kata lagi

Miftakhulhuda's Blog

Kamis, 31 Desember 2009 – 05:14 WIB

Gus Dur meninggal dengan tenang petang kemarin. Wafatnya tokoh bangsa itu tepat dua hari menjelang pergantian tahun 2009. ’’Kita menutup tahun ini dengan kesedihan. Sedih karena kehilangan panutan nasional,” kata mantan juru bicara Gus Dur, Adhi M. Masardi, tadi malam.

Sebelum wafat, Gus Dur masih aktif dalam berbagai forum. Gus Dur hadir di KPK, di diskusi-diskusi kritis, dan forum-forum keumatan. ’’Beliau mengabdikan seluruh hidupnya untuk umat. Tak hanya muslim, tapi juga seluruh umat,” kata Wakil Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (NU) Musthofa Agil.

Gus Dur adalah mantan ketua umum NU, organisasi Islam terbesar di Indonesia dengan anggota sekitar 38 juta orang. Namun, ia bukanlah orang yang sektarian. Ia seorang negarawan. Tak jarang, ia menentang siapa saja bahkan massa pendukungnya sendiri dalam menyatakan suatu kebenaran. Ia seorang tokoh muslim yang berjiwa kebangsaan.

Meski diakui ia besar antara lain karena NU, visi politiknya diyakini rekan-rekan…

Lihat pos aslinya 1.135 kata lagi

Miftakhulhuda's Blog

11 Januari 2010 14:10:41

Oleh Hamzah Sahal

Adalah selembar kaos oblong putih yang mengenalkan saya dengan Gus Dur, atau KH. Abdurrahman Wahid, atau nama kecilnya Abdurahman Ad-Dakhil, yang berarti Abdurahman Sang Penakluk. Pada punggung kaos oblong itu ada tulisan merah yang mencolok: ABG. Di bawah tiga huruf tersebut ada kalimat berbunyi ‘Asal Bersama Gus Dur’.

Kaos tersebut adalah buah tangan paman saya dari Muktamar NU di Tasikmalaya, 1994. Pada waktu itu saya kelas dua SMP. Saya belum paham betul apa konteks ‘ABG’ terseut. Tapi saya merasa bangga memakainya, sama bangganya tatkala saya mengenakan kaos kesebelan Brazil bertuliskan Bebeto.

Belakangan saya tahu, Muktamar NU di Tasikmalaya adalah muktamar paling bersejarah di era Orde Baru. Dalam muktamar itulah, terlihat dengan jelas kelaliman Orde Baru terhadap orgnisasi terbesar negeri ini. Kelaliman itu terepresentasikan dengan sebuah adegan: para pengawal Soeharto menghalangi Gus Dur untuk bersalaman dengan bosnya. Adegan tersebut terjadi saat Soeharto hendak menabuh…

Lihat pos aslinya 1.058 kata lagi

Miftakhulhuda's Blog

8 Februari 2010 15:18:28

Oleh A. Mustofa Bisri

Presiden Amerika Serikat ke 35, John F. Kennedy atau JFK (1917-1963 M) yang nasibnya banyak mirip dengan presiden pendahulunya, Abraham Lincoln, ketika meninggal terbunuh pada tanggal 22 November 1963, dunia ikut berduka. Maklum karena JFK merupakan presiden Negara adikuasa; dikenal sebagai presiden Amerika yang berani, mempunyai pandangan ke depan, dan menjanjikan perubahan dunia. Namun, meskipun saat pemakamannya banyak sekali yang hadir, masih terhitung tidak seberapa bila dibandingkan saat pemakaman presiden Republik Mesir, Gamal Abdel Nasser (1918-1970).

Presiden bertubuh raksasa yang mengaku ‘murid’nya presiden kita Bung Karno itu benar-benar orang yang ‘tahu saat harus meninggal’. Setelah selesai pertemuan tingkat tinggi yang membahas berbagai perbedaan pendapat di antara beberapa kepala negara di Kairo; Gamal sebagai tuan rumah mengantar satu-persatu tamu-tamunya kembali ke negara masing-masing. Saya masih ingat yang terakhir diantar ke bandara ialah Amir Shabah dari Kuwait. Setelah itu radio dan tv Mesir berhenti…

Lihat pos aslinya 614 kata lagi